Tuesday, May 6, 2014

UJI COBA VAKSIN HIV DI AFRIKA


Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) memperkirakan 16.000 orang setiap hari atau 5,8 juta orang per tahun terinfeksi HIV dan akan menjadi penderita AIDS baru. Sembilan puluh persen yang terinfeksi adalah mereka yang tinggal  di benua Afrika, dimana orang yang terinfeksi tidak mendapat pengobatan antivirus. Sebagai contoh di Uganda, dimana 1 orang dokter harus menangani 10.000 pasien dengan anggaran 12$ perorang pertahun, sedangkan di Amerika 12.000$-15.000$ perorang  pertahun dikeluarkan  untuk mengobati orang yang terinfeksi HIV.
Satu-satunya metode pencegahan penyebaran AIDS di Negara kurang berkembang adalah dengan kampanye melawan kebiasaan hidup yang beresiko menularkan penyakit.  Sebenarnya pemberian vaksin lebih menguntungkan untuk Negara yang demikian.  Berbagai macam vaksin HIV sedang dikembangkan saat ini, dan membutuhkan tes klinik untuk mengetahui apakah vaksin ini efektif.  Kelihatan sangat rasional jika vaksin diujicobakan pada Negara ini, tetapi muncul berbagai masalah bioetika.
Cara untuk melaksanakan ujicoba ini adalah:  memberi vaksinasi pada seseorang yang pasangannya menderita HIV, apabila orang ini tetap bebas dari HIV, disimpulkan vaksin dapat bekerja efektif.  Tetapi secara etika kita membiarkan pasangan yang teridentifikasi AIDS tanpa menjalani perawatan selama uji coba ini.
Diskusi
Apakah harus ada kelompok placebo?  Yaitu kelompok yang tidak mendapatkan vaksin?.  Jika terjadi jumlah orang yang berada dalam kelompok placebo terinfeksi HIV lebih banyak dari pada kelompok vaksin maka vaksin efektif.   Namun demikian jika kelompok placebo terinfeksi HIV,  akankah mereka mendapatkan perawatan secara efektif?.   Dalam uji coba ini baik partisipan dalam kelompok vaksin maupun kelompok placebo mungkin akan terinfeksi.  Bukankah mereka berhak mendapatkan perawatan yang lebih baik jika mereka terinfeksi?  Siapa yang akan membayar biaya perawatan mereka jika uji coba melibatkan ratusan orang?.
Diterjemahkan  dari :  Mader, Human Biology, Eight Edition, Mc Graw Hill, 2004.  Hal 455.
Putuskan Pendapatmu
  1. Haruskan ujicona vaksin HIV dilaksanakan di Negara berkembang yang paling membutuhkan vaksin yang efektif?  Mengapa ya atau mengapa tidak?
  2. Haruskah uji coba dilakukan dengan standar yang sama dengan Negara berkembang? Mengapa ya atau mengapa tidak?
  3. Siapakah yang harus membayar, pabrik obat, partisipan, atau Negara partisipan?.

No comments:

Post a Comment