Tuesday, May 6, 2014

LATIHAN DAN UKURAN OTOT


Otot yang tidak digunakan atau digunakan untuk gerakan yang sangat lemah ukurannya akan berkurang atau atropi.   Atropi dapat terjadi  karena sedang di gibs (karena patah/retak), atau karena kerusakan saraf.   Jika otot didiupayakan untuk tetap bergerak makan serat otot akan digantikan oleh jaringan lemak dan jaringan fibrosa secara bertahap.   Jaringan otot akan memendek dan berkerut.
Otot yang digerakkan dengan kekuatan penuh atau berlebih dalam waktu yang lama,  ukurannya  memanjang karena myofibril dalam berkas otot bertambah.  Bertambah besarnya ukuran otot disebut hipertropi, terjadi jika otot berkontraksi minimal 75% dari tekanan maksimum. Beberapa atlet menggunakan obat-obatan steroid,  testoteron atau bahan kimia yang memacu pertumbuhan otot.   Praktek seperti ini mengundang resiko yang tidak diinginkan seperti penyakit jantung,  disfungsi hati dan ginjal, impotensi dan kemandulan, dan kadang menimbulkan serangan “roid mania”.  (Roid rage is a term given to people who act in very aggressive or hostile manner after taking large doses, usually on a regular basis, of anabolic steroids, http://www.wisegeek.org/what-is-roid-rage.htm, diakses pada 24 Februari 2014)
OTOT KEDUT PELAN  DAN OTOT KEDUT CEPAT
Kita telah mengetahui bahwa energy yang dibutuhkan untuk gerak otot adalah ATP yang  diperoleh dari proses pemecahan glukosa secara aerob atau anaerob.    Namun beberapa jenis otot hanya menggunakan satu cara untuk mendapatkan energi.
Otot Kedut Pelan (slow-twitch fiber)
Serat otot kedut pelan  adalah serat otot  dengan jumlah unit penggerak dalam serat otot lebih sedikit,  namun dapat bergerak lebih mantap dan tahan lama.  Serat otot pelan lebih banyak membantu dalam olah raga seperti lari jarak jauh,  bersepeda, jogging dan berenang.  Otot kedut pelan memproduksi  energy secara aerob,  sehingga banyak mengandung mitokondria.  Otot ini berwarna gelap karena banyak mengandung mioglobin (pigmen respirasi).   Otot juga banyak mengandung pembuluh darah yang bertugas memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi.   Otot kedut pelan memiliki tekanan maksimum yang rendah, yang meningkat perlahan, dan tahan terhadap kelelahan.   Hal ini disebabkan oleh substansi lemak dan glikogen serta sejumlah besar mitokondria yang mengatur produksi ATP secara terus menerus  sepanjang oksigen tersedia.
Otot Kedut Cepat (fast-twitch fiber)
Otot kedut cepat dirancang khusus untuk gerakan cepat dan kuat.   Otot ini mengandung banyak unit penggerak dalam serat otot,  memberikan ledakan energy.  Energy diperoleh secara anaerob.  Otot ini berguna untuk jenis olah raga seperti lari cepat, angkat berat, golf, atau lempar lembing.   Otot kedut cepat berwarna lebih terang karena lebih sedikit mengandung mitokondria, hanya sedikit mengandung mioglobin, lebih sedikit pembuluh darah dibandingkan  dengan otot kedut pelan.  Otot kedut cepat dapat meningkatkan tekanan maksimum dengan lebih cepat dan lebih besar dibanding otot kedut pelan.  Namun pemecahan glukosa secara anaerob mengakibatkan akumulasi sejumlah besar asam laktat yang membuat otot menjadi cepat lelah.
Kesuksesan Atlet  pada olah raga tertentu bergantung pada perbandingan otot kedut pelan dan otot kedut cepat pada serat otot setiap orang.
Diterjemahkan  dari :  Mader, Human Biology, Eight Edition, Mc Graw Hill, 2004.  Hal 214.

OBAT UNTUK MENINGKATKAN KINERJA
Pada tahun 1988 Ben Johnson memenangkan mendali emas dalam Olimpiade se dunia untuk lari 100 meter sprint, tetapi beberapa hari kemudian dia harus mengembalikan medali itu hasil tes urin menunjukkan ia positif menggunakan obat anabolic steroid.
Anabolic steroid adalah senyawa sintetik yang dibuat dari hormone seks pria, testoteron.  Penggunaan dengan dosis yang  besar dan latihan yang keras mengakibatkan otot menjadi lebih besar dari orang pada umumnya.  Altet menggunakan obat ini untuk mendapatkan kekuatan dan ketahanan, dan memberikan keuntungan pada atlet olah raga tertentu misalnya atlet balapan, renang dan angkat berat.
Namun, memakai  obat-obatan anabolic steroid secara teratur memicu penyakit ginjal, disfungsi hati, hipertensi dan berbagai efek samping yang tidak diinginkan.  Haruskah komite olimpiade melarang penggunaan anabolic steroid, atas dasar apa?  Ketidakjujuran?, tidak bisa. Beberapa atlet telah biasa menggunakannya dan ada juga yang baru pemula.  Haruskah penggunaan obat ini dilarang dengan alas an kesehatan? .  latihan berat yang dilakukan atlet untuk meningkatkan atau menurunkan berat badan juga dapat mencederai atlet.
Diskusikan
1.       Apakah anda percaya bahwa latihan secara teratur akan meningkatkan kemampuan atlet?  Mengapa ya dan mengapa tidak?
2.       Bolehkah seorang atlet membahayakan diri dengan berlatih keras?  Dengan menambah atau menurunkan berat badan? Atau menggunakan obat-obatan? Mengapa dan mengapa tidak?
3.       Siapakah yang bertugas mengatur agar para atlet tidak membahayakan dirinya sendiri?
Diterjemahkan  dari :  Mader, Human Biology, Eight Edition, Mc Graw Hill, 2004.  Hal 215.

No comments:

Post a Comment