Tuesday, May 6, 2014

ANTIBIOTIK


Antibiotik dianggap sebagai “peluru ajaib”,  antibiotik digunakan untuk membunuh mikroorganisme yang  masuk tanpa membahayakan inangnya.  Antibiotik adalah agen antimikrobia yang diproduksi secara alami oleh bakteri atau fungi untuk membunuh organism pesaingnya di lingkungan.  Sekarang antibiotika dapat diproduksi secara komersial  dalam jumlah besar melalui proses fermentasi bakteri atau fungi  dalam bioreactor.
Karena struktur sel bakteri jauh berbeda dengan struktur sel manusia, masih memungkinkan menemukan senyawa yang dapat membunuh bakteri tanpa melukai sel manusia.  Protozoa, fungi dan cacing  memiliki sel yang relative mirip dengan manusia, sehingga lebih sulit ditemukan antibiotik yang dapat membunuhnya tanpa melukai sel manusia. Apalagi virus,  yang mampu mengambil alih mesin reproduksi  sel yang menjadi inangnya,  senyawa untuk membunuhnya sangat sulit untuk ditemukan, hanya sedikit sekali yang telah diketahui.
TIPE-TIPE ANTIBIOTIK
Senyawa antibakteri bekerja dengan cara menghambat biosintesis dinding sel atau menghambat sintesis protein pada bakteri.   Penicillin adalah senyawa antibiotik yang diproduksi secara alamiah oleh jamur Pennicillium, yang tumbuh pada roti basi.   Pennisilin bekerja dengan cara menghambat produksi peptidoglikans yang merupakan komponen pembentuk dinding sel bakteri.  Secara alami penicillin telah mengalami modifikasi kimia dalam berbagai variasi antibiotik  “silin” misalnya ampisilin, carbonisilin, dan amoksisilin yang memiliki kualitas dan spectrum aktifitas yang berbeda.  Spectrum antibiotik adalah macam/jenis bakteri yang dapat dimatikan secara efektif.   Chepalosporin misalnya ciprofloxacin, mnghambat sintesis peptidoglikan sama dengan cilin, tetapi Vancomycin menghambat sintesis  dinding sel dengan mekanisme yang berbeda.
Beberapa antibiotik bekerja dengan sasaran menghambat aktifitas ribosom bakteri, yang komposisinya berbeda dengan komposisi ribosom manusia.  Eritromisin, adalah antibiotik yang memilki spectrum luas, yang sering digunakan untuk menggantikan penisilin.  Aminiglikosidase adalah jenis senyawa antibiotik lain yang beraksi dengan cara memblokade aksi robosom. Tetrasiklin merupakan kelompok antibiotik yang memiliki spectrum paling luas dalam membunuh bakteri dengan cara  menghambat sintesis protein.  Kelompok Tetrasiklin dapat bergerak dengan mudah dalam tubuh dari sel ke sel.  Tetrasiklin sering digunakan untuk melawan endoparasit seperti clamidia dan riketsia.
Anti virus yang saat ini tersedia adalah turunan dari acyclovir.  Senyawa ini meniru basa  asam nukleat dan mengganggu reproduksi genom virus.  Acyclovir biasanya digunakan untuk mengobati herpes.  Berbagai jenis agen antivirus telah dikembangkan untuk membatasi pertumbuhan HIV dan menghambat AIDS.
Untuk menghambat pathogen eukariotik lebih sulit lagi,  tetapi penelitian telah berhasil menemukan beberapa senyawa kimia yang berbeda. Sebagai  contoh, sintesis sterol pada fungi memiliki tahapan yang berbeda dengan sintesis sterol pada manusia.  Berbagai macam fungisida tipe azole dapat langsung melawan fungi dengan cara menghambat sintesis sterol. Miconazole dan tinactin adalah antibiotik yang biasa diresepkan untuk mengobati infeksi jamur pada kulit. Jamur yang menginfeksi secara sistemi seringkali diobati dengan menggunakan griseofulvin, meskipun mekanismenya belum dimengerti.
Malaria diobati dengan turunan dari “quinine” seperti cloroquine.  Senyawa ini memiliki efek samping yang mengakibatkan pasien dalam kondisi setengah sadar dan berhalusinasi selama beberapa hari.  Senyawa efektif untuk mengobati cacing perut adalah “mebendazole”, terutama untuk cacing Ascaris.
Masalah Yang Berhubungan Dengan Terapi Antibiotik
Beberapa pasien alergi terhadap antibiotik dan bereaksi fatal terhadap antibiotik.  Antibiotik tidak hanya membunuh bakteri penyebab penyakit tetapi juga membunuh bakteri menguntungkan yang berada di perut dan di lokasi lain. Pengobatan dengan antibiotik dapat memicu diare dan infeksi vagina karena tertekannya jumlah bakteri yang melindungi system imunitas secara alami.  Yang terpenting adalah munculnya resistensi terhadap antibiotik pada strain bakteri tertentu.  Saat pennisilin digunakan pertama kali, dapat membunuh 100% strain Stapilococcus aureus, namun kini sudah tidak efektif lagi.  Pennisilin dan tetrasiklin, yang digunakan untuk mengobati penyakit gonnoroe dalam waktu yang lama, mengalami kegagalan mencapai 20% melawan Gonococcus.   Tuberkolosis paru-paru terus meningkat pada tuna wisma, orang-orang miskin, dan juga penderita AIDS, dan   strainnya resisten terhadap kombinasi antibiotik biasa.
Untuk menjaga agar antibiotik tetap efektif, dokter hanya memberikan antibiotik apabila benar-benar diperlukan.  Dikhawatirkan pemberian antibiotik yang kurang ketat akan mengakibatkan munculnya bakteri baru menggantikan bakteri lama yang resisten terhadap antibiotik, sehingga pemberian antibiotik tidak efektif lagi.
Diterjemahkan  dari :  Mader, Human Biology, Eight Edition, Mc Graw Hill, 2004.  Hal 435.


HENTIKAN PENYEBARAN PENYAKIT  BARU
Sebagian besar jenis penyakit telah diketahui sejak berabad-abad yang lalu.  Sebagian penyakit muncul karena infeksi agen baru atau oleh agen yang telah dikenal tetapi bermutasi menjadi strain baru yang berbahaya.  Penyakit infeksi baru yang muncul menunjukkan peningkatan yang pesat dari tahun ke tahun.
Penyakit infeksi baru yang muncul dapat berkembang melalui beberapa mekanisme.  Kita tahu bahwa agen pembawa penyakit dapat memperoleh sifat yang baru, misalnya gen resisten terhadap antibiotic menyebar secara cepat pada populasi bakteri. Perubahan cuaca seperti global warming meningkatkan jumlah hewan dan serangga yang menjadi vector penyakit.  Bencana alam dan peperangan mengubah lingkungan iklim global yang memungkinkan penyebaran agen penyakit baru.  Dunia menjadi tempat yang  kecil  akibat perkembangan  transportasi, penyakit dapat menyebar ke seluruh dunia dengan cepat karena perjalanan wisata.  Orang berpenyakit dari daerah yang jarang penduduknya dapat membawa penyakitnya  ke daerah yang padat penduduknya. 
Diskusi:
“Apakah tingkah laku manusia mendorong penyebaran penyakit SARS (Savere Acute Respiratory Syndrom) dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrom)?”.   Haruskah kita melakukan pemeriksaan setiap wisatawan yang masuk dan melakukan karantina bagi mereka yang diketahui membawa penyakit?. Ataukah kita harus mengganti bahan bakar minyak dengan energi lain yang lebih ramah lingkungan? Atau haruskan kita menghentikan pemberian antibiotic pada ternak dan mengontrol diri kita dari penggunaan antibiotic untuk mencegah munculnya strain baru yang resisten.
Diterjemahkan  dari :  Mader, Human Biology, Eight Edition, Mc Graw Hill, 2004.  Hal 436.
Putuskan Pendapatmu
  1. Menurut anda apakah hanya pemerintah dan petugas medis saja yang perlu melindungi kita dari penyebaran penyakit baru, ataukah seluruh warga Negara juga ikut aktif dalam usaha ini? Jelaskan jawabanmu.
  2. Dengan cara apa yang mungkin dapat anda lakukan untuk dapat berperan serta menghentikan penyebaran penyakit baru?

No comments:

Post a Comment